HCC Dorong Empati Remaja Lewat Program “Cek Teman Sebelah” di Sekolah
2 mins read

HCC Dorong Empati Remaja Lewat Program “Cek Teman Sebelah” di Sekolah

👁️ 0 views

VakansiInfo, Jakarta – Health Collaborative Center (HCC) kembali melanjutkan program intervensi psikososial berbasis sekolah melalui implementasi program “Cek Teman Sebelah 3.0” di sejumlah SMA di Jakarta Timur. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun empati, kepedulian sosial, serta memperkuat kesehatan mental remaja Indonesia.

Pelaksanaan program dilakukan di empat sekolah yang berada di wilayah binaan Puskesmas Ciracas, yakni SMKN 68 Jakarta, SMK Bina Dharma, MAN 15 Jakarta, dan MAN 24 Jakarta.

Melalui program tersebut, para siswa diajak untuk lebih peka terhadap kondisi emosional teman sebaya, mulai dari memperhatikan perubahan perilaku, membuka percakapan suportif, hingga membiasakan diri menyebarkan tindakan kebaikan di lingkungan sekolah.

Pendiri sekaligus Ketua Health Collaborative Center, Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa pembentukan empati pada remaja dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan membiasakan siswa fokus melihat dan melaporkan kebaikan teman di sekitarnya.

Menurutnya, metode tersebut dikenal sebagai “tootling”, sebuah pendekatan yang telah diterapkan di sejumlah negara dengan tingkat kebahagiaan tinggi seperti kawasan Skandinavia.

Baca Juga  Cara Sederhana Mengembalikan Mood dan Menenangkan Pikiran

“Remaja diajarkan untuk melaporkan kebaikan teman dalam bentuk apa pun setiap hari. Dari studi yang dilakukan HCC di beberapa SMA, empati remaja yang menerapkan metode ini meningkat hingga lima kali lipat,” ujar Dr. Ray.

Program “Cek Teman Sebelah” dipimpin oleh project coordinator Bunga Pelangi dan dirancang sebagai eksperimen sosial berbasis sekolah yang bertujuan membangun lingkungan belajar yang lebih suportif dan manusiawi.

HCC menilai sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang penting dalam membentuk karakter sosial dan emosional generasi muda. Karena itu, penguatan empati dan solidaritas antarremaja dianggap menjadi bagian penting dalam membangun kesehatan masyarakat jangka panjang.

Program ini juga hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap berbagai persoalan remaja, seperti isolasi sosial, cyberbullying, tekanan sosial digital, hingga menurunnya kualitas interaksi langsung antarteman.

Dr. Ray menambahkan, dukungan sosial dari lingkungan sekitar memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis remaja.

“Kadang intervensi kesehatan mental paling sederhana bukan langsung terapi, tetapi kehadiran orang lain yang benar-benar peduli,” katanya.

Baca Juga  Eksperimen Sosial CekTemanSebelah Buktikan Empati Remaja Jakarta Naik 5 Kali Lipat

Lewat pendekatan yang ringan dan dekat dengan keseharian siswa, HCC berharap program “Cek Teman Sebelah” dapat menjadi gerakan sederhana dengan dampak besar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan penuh kepedulian.

Ke depan, HCC berencana memperluas implementasi program ini ke lebih banyak sekolah dan komunitas remaja di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari gerakan promotif kesehatan mental berbasis empati sosial. (Eff)

About The Author