
Honda Auto Technology Workshop 2026 Tampilkan Filosofi Joy of Driving dan M/M Principle
VakansiInfo, Tangerang – PT Honda Prospect Motor memperkenalkan filosofi engineering di balik pengembangan berbagai model kendaraannya melalui Honda Auto Technology Workshop Indonesia pada 29–30 Oktober 2026 di Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), Tangerang Selatan.
Kegiatan yang melibatkan media ini menghadirkan sesi test drive dan static display untuk memperlihatkan bagaimana Honda menerapkan satu filosofi engineering pada kendaraan dengan karakter berbeda, mulai dari mobil bermesin konvensional, hybrid, hingga listrik.
Honda mengembangkan kendaraan berdasarkan filosofi Joy and Freedom of Mobility. Dalam penerapannya, terdapat dua prinsip utama, yaitu Joy of Driving dan Man Maximum, Machine Minimum (M/M Principle).
Joy of Driving berfokus pada pengalaman berkendara melalui respons, presisi, dan keseimbangan kendaraan. Adapun M/M Principle mengutamakan optimalisasi ruang bagi manusia dengan meminimalkan ruang yang digunakan komponen mekanis.
President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka, mengatakan bahwa setiap teknologi kendaraan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi penggunanya.
“Bagi Honda, engineering harus memberikan manfaat nyata bagi konsumen. Apa pun teknologi yang digunakan, baik mesin ICE hingga elektrifikasi, seluruh mobil Honda tetap dikembangkan dengan filosofi engineering yang sama, yaitu Joy of Driving dan M/M Principle,” ujarnya.
Beragam karakter Joy of Driving
Penerapan Joy of Driving dapat dilihat dari karakter setiap model Honda. Honda Prelude, misalnya, memadukan karakter sporty dengan kenyamanan khas grand tourer. Teknologi Honda S+ Shift menghadirkan sensasi perpindahan gigi virtual melalui respons akselerasi, suara, dan tampilan visual.
Pada Honda SUPER-ONE, pengalaman berkendara listrik diperkuat melalui BOOST Mode yang meningkatkan tenaga motor listrik dari 47 kW menjadi 70 kW. Model ini juga memiliki Simulated 7-Speed Gear Shift dan Active Sound Control untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih interaktif.
Sementara itu, Honda Brio RS CVT mengandalkan mesin 1.2 liter i-VTEC bertenaga 90 PS dengan penyetelan kemudi yang mendukung kelincahan. Honda WR-V RS menggunakan mesin 1.5 liter DOHC i-VTEC dengan tenaga 121 PS dan torsi 145 Nm, sedangkan Honda HR-V RS Hybrid menggabungkan motor listrik bertenaga 131 PS dan torsi 253 Nm dengan teknologi pendukung pengendalian.
Sales and Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menjelaskan bahwa setiap model memiliki karakter berkendara dan fungsi berbeda, tetapi dikembangkan berdasarkan filosofi yang sama.
Menurutnya, manfaat engineering dapat dirasakan melalui pengalaman mengendalikan kendaraan hingga kenyamanan dan fleksibilitas kabin untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
M/M Principle dari mobil kompak hingga kendaraan listrik
Prinsip M/M telah diterapkan Honda sejak beberapa generasi kendaraan. Honda N360 pada 1967 dirancang untuk menampung empat orang dewasa dalam dimensi kompak dengan dukungan mesin ringkas dan penggerak roda depan.
Honda City pada 1981 kemudian memperkenalkan konsep Tall Boy untuk mengoptimalkan ruang kabin melalui bodi lebih tinggi dan posisi duduk yang tegak. Selanjutnya, Honda Fit atau Honda Jazz di Indonesia pada 2001 menggunakan center tank layout untuk memberikan ruang kabin dan konfigurasi kursi yang lebih fleksibel.
Dalam workshop, Honda menampilkan penerapan prinsip tersebut pada lima model, yakni STEP WGN Hybrid, CR-V Hybrid, Civic Hybrid, BR-V, dan SUPER-ONE.
Honda STEP WGN Hybrid memiliki Flexible Captain Seats dan In-floor Magic Seat untuk mendukung pengaturan ruang keluarga. Honda CR-V Hybrid mengoptimalkan pengemasan baterai agar ruang kabin dan bagasi tetap fungsional.
Honda Civic Hybrid dibekali kursi belakang 60:40 Split-Folding, sedangkan Honda BR-V dirancang untuk membawa tujuh penumpang beserta barang bawaan. Pada Honda SUPER-ONE, pengemasan baterai yang efisien dipadukan dengan fitur ULTRA Seats agar ruang kendaraan listrik kompak tetap fleksibel.
Melalui kegiatan ini, Honda memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan tidak hanya berorientasi pada teknologi dan performa, tetapi juga pada bagaimana kendaraan dapat memenuhi kebutuhan penggunanya.
Filosofi Joy of Driving dan M/M Principle menjadi dasar pengembangan berbagai model Honda agar masing-masing memiliki karakter berkendara dan fungsi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. (Mur)



