
UMKM Daerah Naik Kelas di Jakarta Fair 2026, Dari Batik hingga Kopi Aceh Jadi Buruan
VakansiInfo, Jakarta – Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan belanja terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi peluang emas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
Sejak hari-hari awal penyelenggaraan, banyak pelaku UMKM mengaku merasakan dampak positif dari tingginya jumlah pengunjung yang datang ke Jakarta Fair. Produk-produk unggulan dari berbagai daerah pun mendapat perhatian besar dan berhasil menarik minat pembeli dari berbagai kota.
Salah satunya dirasakan oleh Rina, pemilik booth UMKM binaan Pemerintah Kota Yogyakarta. Ia mengaku penjualan produknya mengalami peningkatan signifikan selama mengikuti Jakarta Fair 2026.
Menurutnya, ajang tahunan tersebut menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk khas Yogyakarta kepada masyarakat luas. Berbagai produk yang dipamerkan, mulai dari fashion batik, aksesori, hingga kerajinan tangan, mendapat respons positif dari pengunjung.
Rina menghadirkan beragam koleksi batik khas Yogyakarta dengan harga mulai Rp150 ribu hingga Rp2 juta. Produk favorit pengunjung di antaranya outer Batik Parang, Batik Lurik, dan berbagai aksesori berbahan batik yang memiliki sentuhan khas budaya Jawa.
Keberkahan serupa juga dirasakan Zulhasim, pelaku UMKM asal Semarang, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua dekade mengikuti Jakarta Fair, ia mengaku event ini selalu menjadi momentum penting untuk meningkatkan omzet usaha sekaligus memperluas jaringan pelanggan.
Melalui booth Tiara Snack, Zulhasim menawarkan berbagai oleh-oleh khas Semarang seperti lumpia, bandeng, dan aneka camilan tradisional. Menariknya, banyak pelanggan setia yang selalu datang setiap tahun, bahkan tidak sedikit pembeli yang berasal dari luar Pulau Jawa seperti Sumatera dan Lampung.
Sementara itu, UMKM asal Aceh untuk pertama kalinya turut meramaikan Jakarta Fair 2026. Produk-produk unggulan seperti kopi khas Aceh, camilan tradisional, serta berbagai kerajinan daerah berhasil menarik perhatian pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat budaya Serambi Mekkah.
Para pelaku UMKM menilai Jakarta Fair menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas. Selain mendongkrak penjualan, keikutsertaan dalam pameran ini juga membuka peluang kolaborasi bisnis sekaligus mendorong UMKM daerah agar semakin kompetitif dan naik kelas di tingkat nasional.
Dengan ribuan pengunjung yang hadir setiap harinya, Jakarta Fair 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM terbesar di Indonesia. (Eff)



