10 Makanan Tradisional Indonesia yang Paling Tua dan Masih Digemari

Makanan Tradisional Indonesia yang Paling Tua dan Masih Digemari

VakansiInfo – Setiap daerah di Indonesia punya kuliner khasnya masing-masing. Selain lezat, hidangan-hidangan ini juga sarat filosofi dan sejarah. Menariknya, beberapa makanan Nusantara bahkan sudah ada lebih dari seribu tahun lalu! Yuk, intip 10 makanan tradisional tertua di Indonesia yang masih populer hingga kini.

1. Urap

Urap adalah sayuran rebus yang di campur dengan kelapa parut berbumbu. Sayuran seperti kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, dan daun singkong sering di pakai. Bumbunya? Campuran bawang merah, bawang putih, kencur, terasi, dan cabai yang di haluskan.

Urap sudah ada sejak masa Kerajaan Medang, tercatat dalam Prasasti Linggasutan tahun 929 Masehi. Sampai sekarang, urap tetap jadi favorit untuk lauk nasi.

2. Dendeng

Dendeng terkenal sebagai kuliner Minang, tapi di Jawa juga ada versinya. Terbuat dari irisan tipis daging sapi yang di keringkan dan di bumbui, dendeng punya tekstur renyah dan tahan lama.

Keberadaannya sudah ada sejak abad ke-10 M, tercatat dalam Prasasti Taji tahun 901 M.

Baca Juga  Satu Meja, Dua Ikon Kuliner, Tiga Kolaborasi Spesial: Perayaan HUT ke-80 RI di Kayu Manis Restaurant

3. Dodol

Dodol adalah makanan manis kenyal dari Garut, Jawa Barat. Meski banyak daerah lain punya versi sendiri. Dodol termasuk salah satu kuliner tertua karena disebut dalam saduran Ramayana versi Jawa, karya sastra India yang di adaptasi masyarakat Jawa.

4. Lalapan

Lalapan biasanya berupa sayuran segar seperti kemangi, selada, timun, tomat, atau terong. Hidangan ini juga tergolong kuno, tercatat dalam Prasasti Jeru-jeru tahun 930 Masehi pada masa Kerajaan Medang.

Hingga kini, lalapan tetap jadi pelengkap penting makan sehari-hari, biasanya bersama nasi, lauk, sambal, dan kerupuk.

5. Nasi Jemblung

Nasi jemblung mungkin terdengar asing. Dalam bahasa Jawa, “jemblung” berarti melingkar dengan lubang di tengah, yang biasanya di isi telur rebus, semur daging, sambal terasi, lalapan tomat, dan kerupuk rambak.

Dahulu, hidangan ini hanya di santap kalangan bangsawan, termasuk Raja Pakubuwono X dari Keraton Surakarta.

6. Papeda

Papeda adalah kuliner khas Papua, terbuat dari tepung sagu murni yang di campur air mendidih, sehingga teksturnya lengket dan kenyal. Biasanya disantap dengan kuah ikan kuning. Cara makannya unik: adonan diputar dengan sumpit, lalu digulung sebelum dituangkan ke piring.

Baca Juga  Kemendikdasmen dan Prancis Latih Guru SMK Lewat Kelas Pastry Internasional

7. Jadah dan Wajik

Kedua kuliner tradisional Jawa ini sudah ada sejak zaman Majapahit, disebut dalam Kitab Nawa Ruci.

  • Jadah: ketan + kelapa parut → rasa gurih
  • Wajik: ketan + gula merah → rasa manis legit

8. Pecel

Pecel adalah sayuran rebus yang disiram sambal kacang. Hidangan ini sudah dikenal sejak abad ke-9, dicatat dalam Kakawin Ramayana. Pecel punya banyak varian, seperti pecel Madiun, pecel Ponorogo, pecel tumpang, pecel bledek, hingga pecel bunga turi.

Makanan-makanan ini membuktikan bahwa kuliner Nusantara kaya rasa sekaligus sejarah. Tak heran jika hingga kini masih dicintai dan diwariskan lintas generasi.

(Mur)

About The Author

Pilihan Redaksi

Cara Menata Batu di Taman Agar Estetik dan Rapi

Cara Menata Batu di Taman Agar Estetik dan Rapi