You are currently viewing Menteri PPPA Sambut Baik Pencanangan Pura Ramah Anak
  • Post author:

Vakansiinfo, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga. Menyambut baik dan mengapresiasi Peresmian Pura Adhitya Jaya Rawamangun sebagai Pura Ramah Anak Percontohan Nasional, pada Sabtu (02/09/2023). Kegiatan ini di inisiasi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan di dukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Sebagai upaya melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan mewujudkan Pura ramah anak secara serentak untuk beberapa pura di Indonesia.

“Ini adalah pertama kalinya Pura Ramah Anak di canangkan. Apresiasi dan terima kasih saya sampai kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia dan semua yang terlibat. Peresmian ini sebagai penanda awal atas komitmen PHDI dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Khususnya di Pura melalui Pura Ramah Anak di seantero nusantara,” ujar Menteri PPPA.

Pura Ramah Anak harus memenuhi tujuh indikator.

  1. Yaitu adanya kebijakan perlindungan anak pada rumah ibadah
  2. Tersedia data berdasarkan jenis kelamin dan usia anak
  3. Tersedianya anggaran yang memadai untuk bidang anak dari anggaran rumah ibadah
  4. Tersedia forum anak di rumah ibadah yang di libatkan dalam pengambilan keputusan
  5. Tersedia program pengasuhan anak yang holistik di rumah ibadah
  6. Tersedianya sistem perlindungan anak berbasiskan rumah ibadah dan sumber daya yang mempunyai kapasitas untuk mendampingi anak yang berhadapan dengan hukum
  7. Serta tersedianya kelompok belajar di rumah ibadah yang di integrasikan dengan kegiatan keagamaan.
“Dengan penandatanganan dan pembacaan komitmen pemimpin Pura berarti telah menjadi tanggung jawab semua Pura dan umat Hindu untuk memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk berinovasi dan berkreatifitas di lingkungan Pura. Selain itu, memberikan ruang partisipasi kepada anak dengan mendengarkan suara anak. Ini penting untuk di dengar karena mereka yang lebih mengerti tentang solusi bagi permasalahan yang mereka alami,” jelas Menteri PPPA.

Menteri PPPA berharap Pura menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak. Sehingga perlu terus di dorong inovasi dalam mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang ramah anak di lingkungan Pura.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang turut hadir sekaligus meresmikan Pura Ramah Anak Percontohan Nasional turut mengapresiasi program ini. Menurut Muhadjir, agama adalah pilar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia termasuk dalam membentuk karakter anak sehingga peranan pusat-pusat peribadatan termasuk Pura dapat menjadi awal dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama.

“Ada empat fungsi Pura itu. Pertama untuk ibadah, yang kedua transformasi budaya, ketiga untuk ekonomi, dan keempat untuk pendidikan. Saya dukung sekali kalau ini menjadi pusat anak belajar, mereka sehari penuh di Pura. Misalnya belajar menari dan lainnya di samping beribadah. Saya berharap baik Pura, Mesjid, Wihara, Gereja, Klenteng itu benar-benar fungsional untuk di jadikan tempat dalam memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada anak-anak kita.” Tutur Muhadjir.

Usai peresmian di lakukan, KemenPPPA melalui Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak turut memberikan Bimbingan Teknis dengan tema Konvensi Hak Anak sebagai upaya transmisi pengetahuan terkait hak anak kepada para umat Hindu yang ada di Pura. Rini Materi Bimtek di bawakan Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Rini Handayani dan Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Anak atas Kesehatan dan Pendidikan, Amurwani Dwi Lestariningsih yang di ikuti oleh sejumlah Pura yang ada di Indonesia secara online.

Kegiatan peresmian Pura Ramah Anak Percontohan ini merupakan bagian terintegrasi antara KemenPPPA dan Kementerian Agama dalam mensinergikan tugas dan fungsi melalui Perjanjian Kerja Sama dalam mendukung koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan di bidang pemenuhan hak anak salah satunya melalui pelaksanaan Program Rumah Ibadah Ramah Anak.

( *)