You are currently viewing Panca Olah Institute Gelar Diskusi Bulanan Selasa Kliwon Di Balong Kabayan
Foto: Istimewa Jangkar Jiwa Media Ckr03

Vakansiinfo – Pada Senin malam (27/05/2024) mulai pukul 19.30 WIB, Panca Olah Institute menyelenggarakan saresehan Selasa Kliwon perdana bertema, Mental Healt Spiritual Care Program di Kolam Renang Balong Kabayan Jl. Ciranjang No.53, RT.01/RW.03, Pamoyanan, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang di rencanakan akan bergulir setiap bulan ini di hadiri oleh 25 peserta dari berbagai usia.

Kegiatan diskusi santai yang di pandu Arifah Handayani, mencoba membedah tema kesehatan mental spiritual berlangsung dengan dinamis dan partisipatif. Di mana setiap peserta yang hadir turut menguar tema tersebut. Dari berbagai sisi baik dari kacamata personal hingga fenomena kemasyarakatan.

Panca Olah Institute Gelar Diskusi Bulanan Selasa Kliwon Di Balong Kabayan
Foto: Istimewa Jangkar Jiwa Media Ckr03

Coach Jaya sebagai pemantik materi dari Panca Olah menyampaikan. Bahwa saat ini adalah era revolusi iblis yang merasuk hingga ke segala lini kehidupan. Dirinya mencontohkan dalam hal kehidupan religi. Bahwa kita seringkali lebih berorientasi pada ritualitas saja. Sehingga sepontang-panting apa pun kita beramal ibadah keagamaan akan tetapi tetap tidak pernah mengubah keadaan, karena tidak terbangun kesadaran. Religiusitas masih permukaan belum masuk hingga ke ranah spiritualitas. Maka, kata Coach Jaya, fenomena yang muncul di hadapan kita adalah Indonesia emas vs Indonesia cemas.

“Kita perlu kembali ke kearifan lokal seperti ajaran Ki Surya Mataram dan Ki hadjar Dewantara. Dari merekalah kita menduplikasi budaya Selasa Kliwonan yang dahulu di laksanakan di Taman Siswa. Pertemuan yang mengajaran nilai-nilai ke-Nusantaraan yang holistik dan berketauhidan, yang sebenarnya sangat kuat dan mengakar di tubuh bangsa ini.” Ungkapnya membuka wacana.
Panca Olah Institute Gelar Diskusi Bulanan Selasa Kliwon Di Balong Kabayan
Foto: Istimewa Jangkar Jiwa Media Ckr03

Sebelum masuk ke pendalaman materi, Moderator mengajak peserta yang hadir untuk turut berwawacana seperti yang di sampaikan Aji, Akademisi dari Unida. Menurutnya, “Bumi menjelang fase tua, mungkin saat ini sedang menuju fase baru, manusia kini terkena sikap mental penyakit wahan, cinta dunia dan takut mati. Seolah alam semesta terdiri dari materi lupa pada diri yang juga imaterial. Manusia hanya melihat dan berorientasi fisik/kebendaan, saat ini profesi yang di angankan adalah capaian keduniaan, perlombaan menikmati dunia, bukan proses perjuangan. Mereka mencari bahagia di luar diri, jadi hidup tidak seimbang. Religiusitas kurang di imbangi spiritualitas, inilah yang menimbulkan penyakit mental.” Tuturnya.

Baca Juga  Nyawang Bulan Kidung Rahayu Edisi 9 "Menyuburkan Cinta Kasih Dalam Diri, Menyemai Welas Asih Di Kehidupan" Sukses Di Gelar

Kemudian diskusi di sambung oleh pernyataan Kenny, yang menyampaikan bahwa. “Pencatatan kita sebagai bangsa banyak yang hilang. Kita tidak punya dokumentasi kearifan lokal yang lengkap. Seperti contoh kearifan lokal di Bali, Trihita Karana, yang bisa menjadi nilai bersama. Bahwa ciptaan Tuhan ada perannya, tugas kita menjaga keseimbangan, perbedaan yang terhampar bisa menjadi perbandingan untuk saling melengkapi. Dari situ ada kesadaran di tiap realitas ada kebenaran tersendiri yang saling berkoeksistensi. Energi mana yang kita undang, dia akan datang. Jika positif tentu akan berdampak positif, maka kegiatan berkumpul, berteman, berkomunikasi menjadi sarana saling berbagi energi harus di lakukan untuk mengundang energi positif.” Ungkapnya.

Panca Olah Institute Gelar Diskusi Bulanan Selasa Kliwon Di Balong Kabayan
Foto: Istimewa Jangkar Jiwa Media Ckr03

Kemudian Kenny juga menyampaikan bahwa kita sering tahu banyak tentang sesuatu tapi diam saja melihat keadaan. Kita merasa cukup bicara di ruang tertutup membatasi ruang sehingga gagasan-gagasan baik hanya berhenti di ruang segmentatif.

Sebelum masuk sesi tanya jawab Coach Jaya menambahkan ulasannya. “Manusia itu makhluk yang lengkap, ada unsur Nar dan Nur kenapa tidak bisa berevolusi,… Ada kantong jiwa dan tabung cinta… Sadari, hargai, dan bagi, selesaikan masalah diri di ‘kantong jiwa’ baru bisa mengisi ‘tabung cinta’. Di mana dia punya solusi dari segala masalah, itulah sebenarnya kondisi fitrah kita sebagai manusia.”

Baca Juga  Nyawang Bulan Kidung Rahayu Edisi 9 "Menyuburkan Cinta Kasih Dalam Diri, Menyemai Welas Asih Di Kehidupan" Sukses Di Gelar
Manusia harus di tempa, semua orang bisa sukses setelah melalui penempaan. Masalah yang di hadapi memberi pendewasaan untuk bisa masuk ke ‘dalam’, bertransformasi dari rutinitas menuju kesadaran yang menggerakkan.

“Bagaimana cara manusia bahagia? Tidak ada bahagia yang datang dari luar, kita harus masuk ke dalam, melalui hubungan kita kepada alam. Dari diri, alam, Muhammad, Alloh yang semua sudah tercover dalam sholat. Jangan ziarah ke ruang luar, sebelum ziarah diri yang harus di niati untuk terhubung dengan energi Alloh yang ada di alam ini. Karena kita adalah esensi dari cahaya Tuhan.” Ungkap coach Jaya menguraikan.

Setelah di pantik oleh para pemateri, diskusi mulai menyala dengan beberapa pertanyaan dan pernyataan dari peserta yang hadir. Di hangatkan oleh aneka cemilan kuliner tradisional berbahan singkong, ubi dan kacang. Serta kopi panas yang terhidang membuat suasana diskusi menjadi cair dan guyub.

Tak terasa dua jam kegiatan berlangsung, akan tetapi antusiasme tak kunjung padam. Akhirnya meski pun secara resmi diskusi sudah selesai, para peserta tetap tak beranjak dan saling mengkonfirmasi kegelisahan mereka, yang memang mayoritas yang hadir adalah anak muda.

(Ckr03)