You are currently viewing Permata Hijau Pesisir Atasi Perubahan Iklim dan Dukung Dekarbonisasi

Vakansiinfo – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjawab tantangan perubahan iklim melalui berbagai program terkait aspek lingkungan. Program unggulan yang di laksanakan di unit-unit operasi membawa solusi serta membawa manfaat untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi. Hak itu di lakukan untuk mengatasi perubahan iklIm dan mendukung dekarbonisasi di Indonesia.

“KPI saat ini memiliki beberapa program program TJSL yang menyasar pada aspek lingkungan yang di laksanakan di berbagai unit.” Ujar Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y Nasroen, di kutip dari siaran pers Pertamina, Minggu (09/06/2024).

Hermansyah menjelaskan, melalui Kilang Dumai, KPI melaksanakan program Permata Hijau Pesisir Gambut.

“Program ini merupakan program unggulan dalam mitigasi dan pemulihan bencana di lahan pesisir gambut.” Kata Hermansyah.

Program itu terdiri dari tiga subprogram yaitu Revitalisasi dan Konservasi Kawasan Mangrove Pesisir Gambut, Konservasi Air Gambut, serta Pertanian Hortikultura di Lahan Gambut. Program ini melahirkan berbagai inovasi yaitu Triangle Mangrove Barrier (Trimba), Adaptable Pool with Auto Water Rotation (A-Pawon), dan Hybrid Solar Dryer System (HSDS).

“Salah satu keunggulan program ini adalah berhasil mengolah air gambut menjadi air bersih melalui Unit Filtrasi Air Gambut (Filagam). Yang telah berhasil memproduksi 5.840 ton air bersih pertahunnya.” Ujarnya.

Dampak positif lainnya adalah melalui pipanisasi yang di bangun, sebanyak 116 KK telah mendapatkan akses dan menerima manfaat air bersih ini. Di samping itu, dengan teknologi Reverse Osmosis (RO). Kelompok Tirta Muda telah berhasil memperoleh air siap minum yang penghasilan nya hingga Rp86,4 juta per tahun dari hasil penjualan air minum. Program TJSL terkait Permata Hijau Pesisir Gambut merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan dan bencana yang terjadi khususnya di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Tidak hanya di ujung Sumatera, di Jawa Tengah melalui program Kolak Sekancil (Konservasi Laguna Kawasan Segara Anakan Cilacap). KPI melakukan program pengembangan masyarakat.

Baca Juga  Negara-negara ASEAN Bekerjasama Dengan Finlandia Untuk Membangun Masa Depan Ekonomi Sirkular

“KPI ikut berkontribusi melakukan Pengembangan Wisata Konservasi Alam. Untuk Konservasi Laguna Kawasan Segara Anakan Cilacap (Kolak Sekancil) di Dusun Lempong Pucung, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut dengan melakukan penanaman lebih dari 1.5 juta pohon mangrove.” Jelas Hermansyah.

Bahkan saat ini, Kilang Cilacap juga mengembangkan eduwisata mangrove Kolak Sekancil menjadi tempat wisata edukasi. Yang mampu mendatangkan manfaat ekonomi bagi kelompok sadar wisata setempat.

Program ini berdampak cukup besar yang di tandai dengan rata-rata pengunjung setiap bulan mencapai 250 orang. “Upaya mendongkrak pengunjung arboretum mangrove di lakukan dengan membuat paket trip bertajuk Pesisire Inyong Mandiri. Melalui program ini, KPI berhasil mendukung penyerapan CO2 sekitar 41,3 juta ton/tahun dan produksi O2 sekitar 224 juta ton/tahun.” Kata Hermansyah.

Selain program di Kilang Dumai dan Kilang Cilacap, KPI juga mengembangkan integrasi beberapa program program yang selaras dalam melestarikan lingkungan. Di antaranya Konservasi Mangrove Karangsong Kilang Balongan, Konservasi Mangrove Pesisir Kampung Klayas Kilang Kasim serta integrasi pertanian hortikultura di Kilang Sei Pakning. Yang sebelumnya kurang di manfaatkan menjadi lahan yang bernilai ekonomi.

Baca Juga  Perempuan Turut Andil dalam Pengurangan Emisi

“Dengan segala komitmen serta upaya terbaik, KPI berhasil mewujudkan program yang memberikan dampak peningkatan ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Terutama yang bertempat tinggal di sekitar wilayah operasi kilang. Semua program ini tentunya dapat berhasil dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.” Ujar Hermansyah.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia. Sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG. KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia. Yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata Kelola perusahaan yang baik.

(Mur)