Kabupaten Bogor Perluas Ruang Publik, Seniman dan Budayawan Makin Punya Panggung
2 mins read

Kabupaten Bogor Perluas Ruang Publik, Seniman dan Budayawan Makin Punya Panggung

VakansiInfo, Bogor – Seni dan budaya tidak akan hidup jika hanya disimpan di ruang-ruang tertutup. Ia membutuhkan tempat untuk ditampilkan, dikenalkan, dan bertemu langsung dengan masyarakat.

Semangat itulah yang kini terus didorong Pemerintah Kabupaten Bogor dengan memperluas ruang publik yang dapat dimanfaatkan para seniman dan budayawan untuk berkarya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan sejumlah fasilitas yang tersedia saat ini merupakan bagian dari pembangunan yang telah direncanakan sejak sebelumnya. Namun, pelaksanaannya mulai terlihat lebih signifikan pada masa kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Sebagian memang sudah direncanakan lama dan dieksekusi cukup signifikan di kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto,” kata Ajat.

Menurut Ajat, pembangunan daerah tidak cukup hanya berbicara soal jalan, gedung, atau fasilitas fisik lainnya. Ruang publik juga perlu dihidupkan sebagai tempat bertemunya masyarakat, kreativitas, gagasan, dan kebudayaan.

Beberapa fasilitas yang kini dapat dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi di antaranya Alun-alun Tegar Beriman Cibinong, Cibinong Setu Plaza, Taman Siliwangi, Gelora Pakansari, Auditorium dan Gedung Tegar Beriman, serta sejumlah alun-alun di kecamatan.

Baca Juga  Menteri Sandiaga Uno Apresiasi dan Dorong Festival Nasional Reog Ponorogo Jadi Event Skala Internasional

Ruang ekspresi tersebut kemudian semakin hidup melalui berbagai kegiatan. Salah satunya Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap pekan dan menjadi salah satu panggung bagi sanggar seni maupun budayawan untuk tampil di hadapan masyarakat.

Panggung budaya juga hadir dalam berbagai helaran dan gelar budaya di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Para pelaku seni pun berkesempatan tampil dalam kegiatan yang digelar perangkat daerah hingga komunitas.

Bagi Ajat, keberadaan ruang-ruang tersebut memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

“Ruang ekspresi, ruang kreasi dan ruang kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah untuk melestarikan dan mempromosikan kebudayaan daerah, khususnya di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya ruang publik yang terbuka untuk seni dan budaya, para seniman dan budayawan diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Sebab, merawat kebudayaan bukan sekadar menjaga sesuatu yang berasal dari masa lalu. Lebih dari itu, kebudayaan perlu diberi ruang untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan menemukan generasi penerusnya. (Mur)

About The Author