Seni Nusantara Semarakkan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka
3 mins read

Seni Nusantara Semarakkan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

VakansiInfo, Jakarta – Musik, tarian, hingga pencak silat menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Ratusan penampil dari berbagai daerah, latar belakang, dan kelompok usia hadir melalui rangkaian pertunjukan seni yang membawa pesan tentang keberagaman, kebersamaan, dan semangat kebangsaan.

Panggung kesenian bahkan telah menghidupkan suasana Istana Merdeka sebelum upacara dimulai. Gita Bahana Nusantara (GBN) membuka rangkaian pertunjukan dengan membawakan sejumlah lagu daerah.

Kemeriahan kemudian berlanjut dengan tari kolosal yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah, di antaranya Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Sejumlah penyanyi perempuan Indonesia juga ikut menyemarakkan panggung dengan lagu-lagu bertema kebangsaan dan Tanah Air. Angel Pieters membawakan “Zamrud Khatulistiwa”, Lea Simanjuntak menyanyikan “Negeriku”, sementara Dira Sugandi melantunkan “Rayuan Pulau Kelapa”.

Indonesia Rumah Bersama

Pertunjukan seni kembali digelar setelah upacara selesai. GBN berkolaborasi dengan Sekolah Rakyat membawakan lagu “Hari Merdeka”, mengajak para undangan dan masyarakat yang hadir kembali larut dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Baca Juga  Ubhara Jaya Turut Semarakkan Upacara HUT ke-81 RI di Lingkungan LLDIKTI Wilayah III

Salah satu pertunjukan utama mengangkat tema “Indonesia Rumah Bersama”. Pertunjukan ini melibatkan ratusan penampil yang berasal dari berbagai latar belakang dan kelompok usia.

Musik, tarian, dan pencak silat dipadukan dalam satu panggung untuk menggambarkan keberagaman Indonesia.

Kurator penari, Eko Supriyanto, mengatakan konsep pertunjukan tahun ini menekankan aspek inklusivitas yang sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

“Yang pastinya, yang paling utama dan penting adalah kita menampilkan lebih inklusif. Semakin tahun, semakin harus lebih inklusif dan semakin merata,” ujar Eko.

Menurutnya, pertunjukan tersebut dirancang dengan mempertemukan berbagai unsur seni dan budaya Nusantara. Kolaborasi juga melibatkan penampil dari berbagai latar, mulai dari pelajar, penyanyi, penari, atlet, hingga unsur Universitas Pertahanan (Unhan).

“Kemudian ada pertunjukan spesial, dan pertunjukan spesial ini kita juga menunjukkan betapa kolaborasi antara pertunjukan-pertunjukan dari seluruh skema yang ada di seluruh Nusantara, kita gabungkan dengan Unhan, Universitas Pertahanan,” katanya.

Pelajar hingga Mahasiswa Ikut Tampil

Konsep inklusivitas juga terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok usia. Pelajar SMP dan SMA hingga mahasiswa mendapat kesempatan tampil bersama para seniman.

Baca Juga  Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Siapkan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih dan Gratis Perjalanan

Menurut Eko, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Ini yang menjadi keyakinan nyata bahwa selain berdaulat, adil dan makmur. Inklusivitas itu termasuk dari teman-teman Unhan, termasuk dari seniman-seniman, bahkan anak-anak kecil dari SMP, SMA, perguruan tinggi juga kita tampilkan,” ujarnya.

Rangkaian pertunjukan kemudian ditutup dengan lagu “Tanah Airku” yang dinyanyikan bersama oleh seluruh penampil.

Presiden Prabowo Subianto yang berada di mimbar kehormatan turut berdiri dan menyanyikan lagu tersebut bersama para undangan, peserta, dan masyarakat yang hadir.

Lantunan “Tanah Airku” sekaligus menjadi penutup persembahan seni di Istana Merdeka. Suasana yang sebelumnya penuh kemeriahan berubah menjadi haru ketika seluruh penampil dan peserta menyanyikan lagu tersebut sebagai ungkapan kecintaan terhadap Tanah Air. (Mur)

About The Author