
Komunikasi ke Investor Global Makin Agresif, Ekonom Soroti Peran Fundamental Ekonomi
VakansiInfo, Jakarta – Pendekatan proaktif pemerintah dalam memperkuat komunikasi dengan investor global mulai menunjukkan dampak positif terhadap persepsi pasar. Namun, di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, kekuatan fundamental ekonomi domestik tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai langkah pemerintah melakukan komunikasi langsung dengan investor global—termasuk pertemuan dengan BlackRock di New York—merupakan strategi yang tepat untuk menjembatani perbedaan persepsi antara kondisi ekonomi Indonesia dan pandangan investor internasional.
Menurutnya, di tengah pasar yang sangat dipengaruhi sentimen dan narasi, komunikasi yang akurat menjadi sangat penting. Ia menegaskan bahwa pendekatan langsung memang efektif untuk memperbaiki kesenjangan persepsi, namun tidak bisa menggantikan peran fundamental ekonomi.
Fakhrul juga melihat adanya perubahan pola komunikasi pemerintah yang kini lebih proaktif dan berorientasi ke depan. Strategi ini dinilai sejalan dengan praktik global yang dilakukan institusi keuangan besar seperti Goldman Sachs, yang menempatkan pengelolaan ekspektasi pasar sebagai bagian penting dari kebijakan.
Di sisi lain, tingginya permintaan terhadap Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp78,44 triliun mencerminkan kombinasi faktor eksternal dan domestik. Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong aliran dana kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Meski begitu, Fakhrul mengingatkan pentingnya membedakan sentimen jangka pendek dengan kepercayaan jangka panjang. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk menarik investasi berkelanjutan melalui reformasi dan pendalaman pasar keuangan.
Untuk target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada kuartal I 2026, ia menyebut angka tersebut masih realistis. Hal ini didukung oleh peningkatan belanja pemerintah serta mulai pulihnya sektor riil, termasuk penjualan ritel dan aktivitas manufaktur.
Pada akhirnya, ia menekankan bahwa keseimbangan antara komunikasi kebijakan dan kekuatan fundamental tetap menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. (Mur)



