Tubuh Langsing Bukan Berarti Bebas Kolesterol Tinggi, PERKI Minta Masyarakat Rutin Cek Profil Lipid
2 mins read

Tubuh Langsing Bukan Berarti Bebas Kolesterol Tinggi, PERKI Minta Masyarakat Rutin Cek Profil Lipid

VakansiInfo, Jakarta – Banyak orang masih percaya bahwa tubuh langsing identik dengan kondisi kesehatan yang baik. Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar. PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengingatkan bahwa orang dengan berat badan normal tetap memiliki risiko terkena kolesterol tinggi hingga penyakit jantung.

Pesan tersebut disampaikan dalam sesi edukasi media yang digelar di Jakarta pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko penyakit kardiovaskular yang sering kali tidak terlihat dari penampilan fisik.

PERKI menjelaskan bahwa seseorang dapat memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal, tetapi tetap mengalami penumpukan lemak visceral di sekitar organ tubuh. Kondisi tersebut dikenal sebagai obesitas pada berat badan normal (normal weight obesity) yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol LDL, trigliserida, hingga memicu resistensi insulin.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI, dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengatakan bahwa kadar kolesterol tidak bisa dinilai hanya dari bentuk tubuh.

Baca Juga  Waspada! Kebiasaan Sepele Pemicu Asam Urat & Kolesterol di Usia Muda

“Tubuh langsing tidak selalu berarti sehat. Pemeriksaan darah merupakan satu-satunya cara mengetahui kadar LDL-C secara akurat,” ujarnya.

Menurut berbagai penelitian internasional, orang dengan berat badan normal tetapi mengalami gangguan metabolik memiliki risiko penyakit kardiovaskular dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan individu dengan metabolisme sehat.

Risiko tersebut bahkan dinilai lebih besar pada populasi Asia karena cenderung memiliki penumpukan lemak visceral meski berat badan relatif ideal.

PERKI juga mengingatkan bahwa dislipidemia sering berkembang tanpa gejala sehingga banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah mengalami komplikasi serius seperti serangan jantung maupun stroke.

Karena itu, pemeriksaan profil lipid secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung dalam keluarga.

Dalam terapi pengendalian kolesterol, pendekatan kombinasi statin dan ezetimibe kini menjadi salah satu pilihan karena mampu bekerja melalui dua mekanisme sekaligus, yakni menghambat produksi kolesterol di hati serta mengurangi penyerapannya di usus.

Sementara itu, Head of Brand and Marketing Daewoong Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi, mengatakan edukasi ini diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang dengan berat badan berlebih.

Baca Juga  Olahraga Teratur Bisa Bantu Turunkan Kolesterol, Ini Jenis yang Paling Efektif

Daewoong berkomitmen terus mendukung peningkatan literasi kesehatan agar masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan dan memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini. (Eff)

About The Author