ELBC 2026 ASPEBINDO Satukan Tokoh Nasional, Dorong Transisi Energi dan Regenerasi Kepemimpinan
3 mins read

ELBC 2026 ASPEBINDO Satukan Tokoh Nasional, Dorong Transisi Energi dan Regenerasi Kepemimpinan

VakansiInfo, Jakarta – Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) menggelar Energy Leadership & Business Conference (ELBC) 2026 pada 30–31 Oktober 2026 di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta Pusat.

Mengusung tema “Empowering Leaders, Enabling Zero Emission”, forum tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor energi, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga generasi muda untuk membahas transisi energi dan masa depan kepemimpinan sektor energi Indonesia.

Ketua Umum ASPEBINDO Dr. Anggawira menekankan pentingnya akselerasi dan kolaborasi untuk memperkuat rantai pasok energi nasional dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, penguatan rantai pasok menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mendorong kemandirian energi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sektor energi nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia ELBC 2026 sekaligus Ketua Bidang Transisi Energi Baru Terbarukan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ASPEBINDO, Eka Lestari Sinaga, menyebut forum tersebut sebagai ruang kolaborasi lintas sektor.

ELBC 2026 tidak hanya mempertemukan pelaku industri dan pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga melibatkan akademisi, pelaku usaha sektor mineral dan batubara, serta generasi muda.

Baca Juga  Pertamina Kembangkan Pilot Plant Green Hydrogen di Ulubelu, Serap Ratusan Pekerja

Eka juga menyoroti pentingnya proses kaderisasi untuk menyiapkan generasi pemimpin baru di sektor energi, khususnya dalam menghadapi perkembangan menuju energi yang lebih bersih.

Sejumlah Tokoh Nasional Hadir di ELBC 2026

Forum ELBC 2026 turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara.

Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi XII DPR RI, menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya kepastian regulasi dan inovasi dalam membangun ekosistem energi rendah emisi.

Salah satu hal yang disoroti adalah penyelesaian regulasi terkait energi baru dan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem energi yang tangguh dan berkeadilan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto membahas peran riset perguruan tinggi dalam membangun rantai pasok dalam negeri dan mendukung kemandirian energi nasional.

Riset dan pengembangan teknologi dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk pencapaian target kapasitas pembangkit listrik tenaga surya.

Sementara itu, Ferry Juliantono, Menteri Koperasi, menyoroti peluang koperasi untuk berperan dalam memperluas akses energi hijau, khususnya di wilayah pedesaan melalui skema kemitraan.

Baca Juga  AESI Solar Run 2026 Ajak Masyarakat Kenal Energi Surya dari Gaya Hidup Sehat

Pengusaha dan investor Sandiaga Salahuddin Uno turut membahas pentingnya kolaborasi dalam dunia bisnis. Menurutnya, pertumbuhan bisnis membutuhkan kerja sama dan tidak dapat berjalan sendiri.

Dorong Kolaborasi Menuju Energi Berkelanjutan

ELBC 2026 menjadi forum yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai masa depan sektor energi Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, pelaku usaha, dan generasi muda diharapkan dapat melahirkan gagasan serta langkah konkret dalam mempercepat transformasi energi.

Melalui tema “Empowering Leaders, Enabling Zero Emission”, ASPEBINDO juga menempatkan pengembangan kepemimpinan sebagai bagian dari agenda transisi energi.

Forum tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan sekaligus tetap menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. (Eff)

MURSYID