Ribuan Warga Padati Balai Kota Bogor, Fadli Zon Dorong Wayang Terus Hidup di Era Modern
3 mins read

Ribuan Warga Padati Balai Kota Bogor, Fadli Zon Dorong Wayang Terus Hidup di Era Modern

Vakansiinfo, Bogor – Plaza Balai Kota Bogor dipadati ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan Pergelaran Wayang Golek dan Wayang Priangan Dalang Dinasti Sunandar, Jumat (6/11/2026) malam hingga Sabtu (7/11/2026) dini hari.

Pertunjukan yang berlangsung hingga sekitar pukul 02.10 WIB tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November 2026.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, hadir bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim untuk menyaksikan langsung pertunjukan tersebut. Turut hadir Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Barat Alfiansyah Bustami alias Komeng, Adi Bing Slamet, serta jajaran Kementerian Kebudayaan.

Masyarakat terlihat memenuhi kawasan Plaza Balai Kota Bogor untuk menikmati pertunjukan wayang yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi bersama Pemerintah Kota Bogor.

Sebelum pertunjukan utama dimulai, acara dibuka dengan penampilan sejumlah bintang tamu, yakni Sule, Nunung, dan Kiki Juliar.

Fadli Zon mengatakan wayang bukan hanya menjadi tontonan atau hiburan. Di dalam setiap lakon, terdapat berbagai pesan dan tuntunan yang dapat menjadi pembelajaran kehidupan.

“Karena pada tanggal ini wayang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Kita berharap masyarakat di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan di seluruh Indonesia tetap mencintai budaya, termasuk budaya wayang yang merupakan budaya asli Indonesia. Juga tetap menghidupkan pagelaran-pagelaran wayang dengan berbagai macam lakonnya,” ujar Fadli.

Baca Juga  UMKM Bergairah, Balkot Ramadan Festival Bogor Bukukan Transaksi Rp1 Miliar

Ia juga memberikan apresiasi terhadap penampilan Dalang Dinasti Sunandar yang menghadirkan kombinasi wayang golek dan wayang kulit dalam satu pertunjukan.

Menurut Fadli, penyajian tersebut menunjukkan bahwa kesenian tradisional dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah tata pencahayaan yang digunakan selama pertunjukan. Selain itu, cerita dalam lakon Karna Tanding juga dilengkapi teks berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Penggunaan teks tersebut membuat alur cerita lebih mudah diikuti, termasuk oleh penonton yang tidak memahami bahasa Sunda.

“Jadi, bagi orang asing pun bisa mengikuti cerita dalam lakon Karna Tanding ini. Ini juga bagian dari inovasi yang ingin kita majukan. Mungkin ke depan akan lebih banyak lagi inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan teknologi. Kalau dulu wayang belum ada listrik, pakai blencong (lampu minyak). Kalau sekarang sudah luar biasa,” katanya.

Fadli juga mengapresiasi Ki Dalang Dadan bersama para seniman yang tergabung dalam Dinasti Sunandar. Mereka merupakan bagian dari generasi penerus keluarga seniman wayang yang sebelumnya dikenal melalui sosok Asep Sunandar dari Giri Harja 123.

Baca Juga  Kunjungan Prabowo ke Museum Nasional Jadi Sinyal Kuat Pemajuan Kebudayaan

Menurut Fadli, keberlangsungan wayang tidak hanya bergantung pada pertunjukan, tetapi juga pada ekosistem yang mendukungnya.

Ia mencontohkan keberadaan para pengrajin wayang golek yang masih menjalankan aktivitasnya di Bandung.

“Saya sudah datang ke sana. Bukan hanya wayangnya, bahkan pengrajin-pengrajin pembuat wayang goleknya juga masih hidup. Jadi ekosistem wayang ini kita harapkan menjadi ekosistem yang tetap hidup sebagai warisan budaya, dan bisa diteruskan kepada generasi selanjutnya,” ujarnya.

Peringatan Hari Wayang Nasional di Balai Kota Bogor pun menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi. Pertunjukan yang berlangsung hingga dini hari tersebut menunjukkan bahwa wayang masih memiliki daya tarik ketika dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Antusiasme ribuan masyarakat yang hadir sekaligus menjadi gambaran bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah beragam pilihan hiburan modern. (Mur)

MURSYID