Duduk Lama Saat Belajar dan Mengaji? HIMAFIS UI Ajak Santri Kenali Risiko Skoliosis
2 mins read

Duduk Lama Saat Belajar dan Mengaji? HIMAFIS UI Ajak Santri Kenali Risiko Skoliosis

VakansiInfo, Bogor – Duduk berjam-jam saat belajar dan mengaji mungkin terasa biasa bagi para santri.

Namun, pernahkah terpikir bahwa posisi duduk yang dilakukan setiap hari juga bisa berhubungan dengan kesehatan postur tubuh?

Hal inilah yang coba diperkenalkan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Indonesia (HIMAFIS UI) kepada para santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Bina Bogor.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat pada 8 Agustus 2026, HIMAFIS UI mengajak para santri lebih mengenal kesehatan tulang belakang sekaligus melakukan deteksi dini risiko skoliosis.

Remaja menjadi perhatian khusus karena tubuh masih berada dalam masa pertumbuhan. Pada fase ini, perubahan postur perlu diperhatikan agar gangguan dapat dikenali lebih awal.

Para santri kemudian diperkenalkan dengan skoliosis, yaitu kondisi ketika tulang belakang mengalami kelengkungan yang tidak normal dan dapat membentuk pola seperti huruf “C” atau “S”.

Menariknya, skoliosis pada remaja tidak selalu disertai rasa sakit.

Dalam edukasi tersebut, santri dikenalkan dengan Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS), kondisi skoliosis pada remaja yang dapat muncul tanpa keluhan yang jelas pada tahap awal.

Baca Juga  Jembatan Cikereteg Penghubung Kabupaten Bogor - Sukabumi Kembali Longsor

Karena itu, ada sejumlah perubahan yang perlu diperhatikan, seperti bahu yang terlihat tidak seimbang, perubahan posisi tubuh atau bentuk punggung yang tampak berbeda ketika membungkuk.

Tak Sekadar Mendengar Materi

Kegiatan HIMAFIS UI tidak hanya berupa penyuluhan.

Para santri juga mengikuti screening kesehatan melalui pemeriksaan postur menggunakan Adam’s Forward Bend Test dan skoliometer.

Dengan cara ini, santri dapat lebih mengenal kondisi tubuhnya sendiri sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang.

Pesan yang diberikan pun cukup sederhana.

Menjaga postur bisa dimulai dari aktivitas yang dilakukan setiap hari. Misalnya, duduk dengan posisi yang baik saat belajar dan mengaji serta menyempatkan diri melakukan peregangan di sela aktivitas.

Suasana kegiatan juga dibuat lebih menyenangkan melalui sesi interaktif dan ice breaking.

Cara tersebut membuat para santri tetap antusias dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Para santri mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai kesehatan tulang belakang. Pihak Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Bina pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Kolaborasi Kemendikbudristek Bersama Danone Mewujudkan Program Percontohan Sekolah Sehat Generasi Maju

Bekal yang Bisa Dibawa Pulang

Yang menarik, edukasi tidak berhenti ketika acara selesai.

HIMAFIS UI memberikan buku saku dan poster kepada pihak pesantren. Materi tersebut dapat digunakan kembali oleh santri untuk mengingat informasi yang telah disampaikan.

Bagi HIMAFIS UI, mengenalkan kesehatan tulang belakang sejak remaja merupakan bagian dari upaya preventif.

Sebab, tubuh yang sehat juga perlu dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Mulai dari cara duduk, waktu untuk melakukan peregangan hingga lebih peka terhadap perubahan postur tubuh.

Dengan semakin mengenal tubuh sendiri, para santri diharapkan dapat tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan, termasuk kesehatan tulang belakang. (Eff)

About The Author