You are currently viewing KLHK Perkuat Rantai Nilai Pengelolaan Sampah Menuju Ekonomi Sirkular

Vakansiinfo – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus memastikan penanganan sampah di Indonesia dapat di kelola secara berkelanjutan menuju ekonomi sirkular. Pendekatan kolaborasi di tempuh untuk mencapai target penurunan emisi dari sektor sampah dalam kerangka program Zero Waste Zero Emission.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Rosa Vivien Ratnawati saat menutup Festival Peduli Sampah Nasional (16/06/2023) menyampaikan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum yang tepat untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas permasalahan sampah termasuk polusi plastik.

“Kita perlu membangun ekosistem ekonomi sirkular dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi dan sosial. Kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, swasta dan komunitas. Bertujuan untuk membentuk rantai nilai pengelolaan sampah. Di mana masing-masing pihak mempunyai peran dalam suatu proses yang berputar. Yang pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan sampah nasional dan pencapaian target penurunan emisi GRK,” ujar Vivien.

Festival Peduli Sampah Nasional (FPSN) di laksanakan selama 4 hari. Dalam bentuk pameran, talkshow, seminar, workshop hingga business matchmaking dengan menampilkan sejumlah praktik baik dan inovasi yang telah di lakukan untuk mengurangi sampah sebagai bagian dari pelaksanaan regulasi. Masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan murid sekolah berkesempatan memperoleh informasi terkait pengelolaan sampah pada festival ini.

Baca Juga  Pro Ramah Lingkungan, Industri Tekstil Perkuat Ekosistem Produksi Hijau

Pencapaian pengelolaan sampah melalui Bank sampah

Salah satu capaian pengelolaan sampah di Indonesia di tunjukkan melalui keberadaan Bank Sampah. Vivien menilai Bank Sampah telah menunjukkan kinerja terbaiknya dalam pengelolaan sampah di lingkungannya. “Ketulusan pengelola Bank Sampah perlu di barengi dengan semangat masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya dengan memilah sampah di rumah,” kata Vivien.

Perwakilan dari sejumlah produsen turut memaparkan beragam inovasi pengurangan sampahnya sebagai bentuk tanggung jawab atas kewajiban produsen. Kementerian LHK pun menjamin akan terus membantu dan mendampingi produsen, serta berupaya mendorong produsen lainnya untuk mengikuti jejak dari beberapa produsen. Yang sebelumnya sudah melakukan praktik baik tersebut. Tidak ketinggalan, Vivien berpesan agar masyarakat juga berperan aktif membantu produsen dengan memilah sampah di rumah.

Vivien mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak di dalam penyelenggaraan FPSN sebagai rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023.

“Dengan penguatan rantai nilai oleh para pihak ini, kami optimis kita dapat bersama-sama menjawab tantangan dan solusi untuk mengatasi persoalan sampah Indonesia,” tutup Vivien.

Baca Juga  World Water Forum ke-10 Bali, Menanti Partisipasi Generasi Muda

( *)