Pentingnya Fotografer Memahami Lokasi Foto di Alam Terbuka

Pentingnya Fotografer Memahami Lokasi Foto di Alam Terbuka

Pentingnya Fotografer Memahami Lokasi Foto di Alam Terbuka

Vakansiinfo – Belajar dari kasus terbakarnya kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, seorang fotografer harus lebih peka dan bijak saat mengambil gambar. Terutama saat berencana mengambil gambar di alam terbuka secara langsung. Jangan sampai, akibat kelalaian pribadi, justru merusak ekosistem alam dan merugikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan.

Saat ini fotografer menjadi salah satu bidang pekerjaan di subsektor ekonomi kreatif yang banyak di minati. Sayangnya, ternyata masih ada beberapa fotografer yang kurang memahami aturan mengambil gambar di alam terbuka. Khususnya di kawasan konservasi Indonesia.

Hingga saat ini, kawasan konservasi seperti Taman Nasional dan Taman Hutan Raya termasuk destinasi alam terbuka yang banyak di minati sebagai latar pengambilan gambar. Namun, perlu di ingat jika kawasan konservasi tidak boleh sembarangan di masuki pengunjung. Ada aturan yang perlu di perhatikan, guna menjaga kelestarian sumber daya alam di kawasan konservasi.

Sebagai seorang fotografer, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum memutuskan memotret di destinasi wisata alam terbuka, atau kawasan konservasi. Baik itu dengan mengantongi izin dari pihak pengelola, mematuhi aturan, hingga membawa properti yang aman.

Lebih lengkapnya, berikut hal-hal yang perlu di perhatikan saat memotret di alam terbuka:

Pilih dan survei lokasi foto

Memilih dan melakukan survei merupakan salah satu hal penting yang tidak boleh di lewatkan seorang fotografer. Apalagi jika Kamu berencana memiliki alam terbuka yang masuk dalam kawasan konservasi alam.

Baca Juga  Canon Luncurkan 3 Lensa RF Terbaru Untuk Penuhi Kebutuhan Fotografer dan Videographer

Minimal, kamu harus mendapatkan informasi tentang lokasi wisata yang di tuju. Baik itu tentang jam buka lokasi wisata, hingga aturan yang berlaku di kawasan tersebut. Hal ini bertujuan agar Kamu bisa mempersiapkan peralatan yang sesuai saat pengambilan gambar di kawasan tersebut.

Urus perizinan dengan pihak pengelola

Seorang fotografer wajib hukumnya untuk mengurus perizinan dengan pihak pengelola kawasan wisata. Kalau berencana memotret di kawasan perlindungan, Kamu harus mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) yang berlaku.
Meski sudah mengantongi izin, Kamu tetap harus menaati tata tertib dan aturan yang berlaku di kawasan wisata alam terbuka tersebut. Pastikan untuk tetap menjaga kebersihan, tidak merusak ekosistem alam, serta tidak mengunjungi lokasi yang tidak di izinkan oleh pengelola.

Gunakan properti yang aman

Demi menjaga alam yang masih terjaga sangat baik, Kamu di wajibkan membawa dan menggunakan properti yang aman dan ramah lingkungan. Hindari menyalakan api unggun, kembang api atau flare sebagai properti foto. Karena dapat memicu kebakaran yang dapat merusak ekosistem.

Baca Juga  Canon Luncurkan 3 Lensa RF Terbaru Untuk Penuhi Kebutuhan Fotografer dan Videographer

Manfaatkan digital imaging

Khawatir gambar yang di hasilkan kurang menarik karena jumlah properti yang di batasi saat mengambil gambar di destinasi wisata alam terbuka? Sebagai gantinya, Sobat bisa memanfaatkan teknik digital imaging untuk menghasilkan karya foto yang lebih hidup.

Digital imaging lebih di kenal sebagai tren memanipulasi foto untuk menghasilkan gambar yang tidak biasa, tapi tetap terlihat menakjubkan. Bahkan, berkat digital imaging kamu bisa menghasilkan gambar yang terlihat tidak masuk akal, menjadi indah dan memiliki nilai lebih.

Misal, Kamu ingin mengambil gambar seseorang di tengah perkebunan bunga yang masih sangat terjaga, tapi karena tidak memungkinkan dan sedikit merepotkan, kamu bisa memanfaatkan digital imaging untuk menggabungkan foto seseorang dengan perkebunan bunga menjadi satu. Dengan sedikit polesan, hasil digital imaging akan terlihat nyata.

Jadi, sebagai seorang fotografer, Kamu tidak hanya di tuntut kreatif, tapi juga harus memahami lokasi di mana kamu mengambil gambar. Jangan sampai karena ingin hasil foto terlihat bagus malah merusak alam sekitar.

(Mur)

Categories: ,