
Kisah Inspiratif di Jakarta Selatan, Rumah Belajar Ini Bantu Anak Pemulung Raih Mimpi
VakansiInfo, Jakarta – Di tengah hiruk pikuk Ibu Kota, puluhan anak dari keluarga pemulung di Jakarta Selatan mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkreasi, dan membangun masa depan yang lebih baik melalui Rumah Belajar Aset Bangsa Indonesia.
Program pendidikan alternatif yang berada di bawah naungan Yayasan Hati Kita Serupa ini kembali menggelar kegiatan belajar mengajar rutin setiap Minggu sore bagi anak-anak dari wilayah Cilandak, Cikoko, dan Pasar Minggu. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 30 anak dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Tidak sekadar mengajarkan pelajaran akademik, Rumah Belajar Aset Bangsa Indonesia fokus pada pengembangan literasi digital dan kebudayaan sebagai bekal penting bagi generasi muda menghadapi masa depan.
Founder Yayasan Hati Kita Serupa, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik, terlepas dari kondisi ekonomi keluarganya.
“Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Lewat Rumah Belajar, kami mau buktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi. Setiap anak di sini berhak merdeka dalam berpikir untuk masa depannya sendiri,” ujarnya, Minggu 7 Juni 2026.
Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif dan menyenangkan dengan melibatkan relawan muda yang secara rutin mendampingi para siswa. Berbagai metode diterapkan, mulai dari permainan edukatif, praktik langsung, hingga proyek kreatif yang dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan berpikir kritis anak.
Rumah Belajar Aset Bangsa Indonesia hadir sebagai ruang aman dan inklusif bagi anak-anak dari keluarga marjinal untuk belajar, bertanya, dan mengembangkan potensi mereka tanpa rasa takut atau diskriminasi.
Melalui program ini, Yayasan Hati Kita Serupa berharap semakin banyak pihak dapat terlibat dalam mendukung pemerataan pendidikan, baik melalui kegiatan kerelawanan, donasi buku, maupun bantuan operasional pembelajaran.
Dengan semangat gotong royong, pendidikan yang adil dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama. (Eff)



