Wira’s Playroom Resmi Dibuka di Kemang, Tawarkan Pendidikan Inklusif bagi Anak
2 mins read

Wira’s Playroom Resmi Dibuka di Kemang, Tawarkan Pendidikan Inklusif bagi Anak

VakansiInfo, Jakarta – Wira’s Playroom resmi dibuka di Kemang, Jakarta Selatan, sebagai ruang pendidikan inklusif yang mengutamakan kebutuhan dan cara belajar setiap anak. Didirikan oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara bersama Reshma Wijaya, tempat ini membawa pendekatan bahwa lingkungan belajar perlu menyesuaikan diri dengan karakter dan kebutuhan anak.

Kehadiran Wira’s Playroom berangkat dari pengalaman kedua pendirinya sebagai ibu dari anak dengan Down Syndrome. Pengalaman mendampingi tumbuh kembang anak membuat Sara dan Reshma ingin menghadirkan ruang pendidikan yang mampu memahami keberagaman kebutuhan peserta didik.

Sara mengatakan, gagasan tersebut muncul dari pengalamannya mendampingi putranya, Wira. Ia berharap anak-anak dapat memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang menerima dan mendukung perkembangan mereka.

“Ketika semua anak dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, mereka yang memiliki kebutuhan berbeda berisiko tidak mendapatkan dukungan yang tepat untuk berkembang. Wira’s Playroom lahir dari sebuah harapan sederhana: agar anak-anak kita tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka,” ujar Sara.

Baca Juga  Membangun Harapan Lewat Pendidikan Inklusif, MIND ID Hadirkan Ruang Belajar yang Setara bagi Anak Disabilitas

Menurutnya, sekolah seharusnya mampu menghadirkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak, bukan memaksakan satu sistem pembelajaran yang sama bagi semua.

Menggunakan pendekatan play with purpose

Dalam kegiatan belajar, Wira’s Playroom mengusung pendekatan play with purpose, yaitu menjadikan aktivitas bermain sebagai bagian dari proses pembelajaran yang memiliki tujuan.

Reshma Wijaya, Co-Founder Wira’s Playroom sekaligus pendiri Saraswati Learning Center, turut merancang kerangka pendidikan dan sistem pembelajaran di tempat tersebut.

Pengalaman Reshma bersama putrinya, Cheryl, yang juga memiliki Down Syndrome, membentuk pandangannya mengenai potensi dan keunikan setiap anak.

“Perjalanan saya dimulai bersama Cheryl, yang mengajarkan saya bahwa sebuah diagnosis tidak menentukan batas kemampuan dan masa depan seorang anak. Bagi saya, bermain bukanlah sesuatu yang terpisah dari belajar, melainkan salah satu cara paling alami bagi anak untuk memahami dunia dan mengembangkan kemampuannya,” kata Reshma.

Melalui pendekatan tersebut, aktivitas bermain dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak dalam bereksplorasi, berkomunikasi, membangun hubungan, dan mengembangkan kemandirian.

Baca Juga  Akses Bacaan Belum Merata, CIA Fest 2026 Dorong Pemenuhan Hak Baca Anak

Berharap pendekatan inklusif menjangkau lebih banyak keluarga

Wira’s Playroom berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, dan ditujukan bagi keluarga yang mencari lingkungan pendidikan dengan dukungan individual serta perhatian terhadap perkembangan anak secara menyeluruh.

Konsep ini sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif UNESCO yang menekankan pentingnya sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang beragam.

Ke depan, Sara dan Reshma berharap pendekatan pembelajaran Wira’s Playroom dapat terus dikembangkan dan berpotensi diterapkan di wilayah lain di Indonesia. (Eff)

MURSYID