Olahraga untuk Menurunkan Kolesterol: Aman atau Justru Berbahaya?
6 mins read

Olahraga untuk Menurunkan Kolesterol: Aman atau Justru Berbahaya?

VakansiInfo, Jakarta – Habis medical check-up lalu melihat angka kolesterol berada di atas batas normal? Wajar kalau kamu langsung merasa khawatir.

Kolesterol tinggi memang perlu diperhatikan. Namun, kondisi ini bukan berarti kamu harus berhenti bergerak atau menghindari olahraga. Justru, aktivitas fisik secara rutin merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan kesehatan jantung.

Lalu, apakah olahraga aman dilakukan saat kolesterol tinggi? Jenis olahraga apa yang bisa dipilih dan kapan waktu terbaik untuk melakukannya?

Berikut penjelasannya.

Bolehkah Olahraga Saat Kolesterol Tinggi?

Secara umum, olahraga tetap boleh dilakukan ketika kadar kolesterol tinggi. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik dan mendukung pengelolaan LDL atau kolesterol jahat.

Selain membantu menjaga kadar kolesterol, olahraga juga bermanfaat untuk menjaga berat badan, meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, serta membantu mengelola tekanan darah dan gula darah.

Namun, bukan berarti semakin berat olahraga maka semakin baik hasilnya.

Jika kamu memiliki kolesterol sangat tinggi, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau kondisi kesehatan lainnya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.

Terutama jika selama berolahraga muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, pusing, atau tubuh terasa sangat lemas. Hentikan aktivitas dan segera cari pertolongan medis jika gejala tersebut muncul.

Jenis Olahraga yang Bisa Membantu Menjaga Kolesterol

Tidak harus melakukan olahraga berat untuk mendapatkan manfaatnya. Yang paling penting adalah memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh dan dapat dilakukan secara konsisten.

Berikut beberapa jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan.

1. Jalan Cepat dan Olahraga Kardio

Aktivitas aerobik atau kardio menjadi salah satu pilihan yang mudah dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus membantu mengelola kadar kolesterol.

Contohnya:

  • Jalan cepat
  • Jogging ringan
  • Bersepeda
  • Berenang
  • Senam atau aerobik

Sebagai target umum, orang dewasa dapat mengupayakan aktivitas aerobik intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu, atau aktivitas intensitas berat sekitar 75 menit per minggu.

Tidak perlu dilakukan sekaligus. Kamu bisa membaginya menjadi beberapa sesi sesuai kemampuan dan jadwal.

Baca Juga  Vidya Rafika Optimis Bisa Raih Emas Asian Games 2023

2. Latihan Kekuatan

Selain kardio, latihan kekuatan juga penting untuk menjaga kebugaran tubuh.

Latihan ini dapat membantu mempertahankan dan meningkatkan massa otot, mendukung metabolisme, serta membantu menjaga berat badan.

Beberapa contohnya antara lain:

  • Angkat beban
  • Squat
  • Push-up
  • Plank
  • Latihan menggunakan resistance band

Latihan kekuatan dapat dilakukan setidaknya dua kali dalam seminggu dengan menyesuaikan kemampuan dan kondisi tubuh.

3. Yoga dan Pilates

Yoga dan Pilates dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin melakukan aktivitas fisik dengan intensitas lebih ringan sekaligus melatih fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan tubuh, dan pernapasan.

Keduanya juga dapat membantu mengelola stres. Hal ini penting karena stres kronis dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, termasuk pola makan, berat badan, tekanan darah, dan kesehatan jantung.

Tidak perlu memaksakan durasi panjang. Kamu bisa memulainya dengan sesi singkat dan meningkatkan durasi secara bertahap.

4. HIIT untuk yang Punya Waktu Terbatas

High-Intensity Interval Training atau HIIT merupakan latihan yang mengombinasikan aktivitas berintensitas tinggi dengan periode istirahat atau aktivitas ringan.

Contohnya seperti melakukan gerakan intens dalam waktu singkat kemudian dilanjutkan dengan berjalan atau beristirahat sebelum masuk ke interval berikutnya.

HIIT dapat menjadi pilihan bagi orang yang sudah memiliki dasar kebugaran dan ingin melakukan latihan dalam waktu relatif singkat.

Namun, latihan ini memiliki intensitas cukup tinggi sehingga tidak cocok untuk semua orang. Jika kamu baru mulai berolahraga atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga profesional.

Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga?

Sebenarnya, tidak ada satu waktu olahraga yang wajib dipilih semua orang untuk mendapatkan manfaat kesehatan.

Waktu terbaik adalah saat kamu bisa berolahraga secara rutin dan konsisten.

Pagi Hari

Berolahraga pada pagi hari bisa menjadi pilihan bagi kamu yang memiliki jadwal padat. Aktivitas fisik sebelum memulai pekerjaan juga dapat membantu membangun rutinitas olahraga.

Namun, jangan menjadikan olahraga pagi dalam kondisi perut kosong sebagai cara khusus untuk membakar lebih banyak lemak. Yang lebih penting adalah jenis aktivitas, durasi, intensitas, dan konsistensi olahraga.

Sore Hari

Sore hari juga bisa menjadi waktu yang nyaman untuk berolahraga, terutama setelah menyelesaikan aktivitas pekerjaan.

Baca Juga  Burnout Meningkat di Tengah Ritme Kerja Cepat, Ini Cara Menjaga Produktivitas Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental

Kamu bisa memilih jalan cepat, bersepeda, latihan kekuatan, atau olahraga lainnya sesuai kemampuan.

Malam Hari

Bagi yang baru memiliki waktu luang pada malam hari, olahraga tetap bisa dilakukan.

Pilih aktivitas dengan intensitas yang sesuai dan beri jeda sebelum tidur jika olahraga membuat tubuh menjadi lebih aktif. Yoga, stretching, jalan santai, atau latihan ringan bisa menjadi pilihan.

Jadi, tidak perlu terlalu terpaku pada jam tertentu. Waktu olahraga terbaik adalah waktu yang memungkinkan kamu melakukannya secara konsisten.

Jangan Lupa Perhatikan Pola Makan

Olahraga merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kadar kolesterol. Namun, gaya hidup sehat tidak hanya bergantung pada aktivitas fisik.

Pola makan juga memiliki peran penting. Usahakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, memilih sumber serat yang baik, serta membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

Menjaga berat badan, tidak merokok, membatasi alkohol, mengelola stres, dan tidur cukup juga dapat mendukung kesehatan jantung.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol tinggi, jangan hanya mengandalkan olahraga. Diskusikan hasil pemeriksaan dengan dokter agar dapat diketahui apakah diperlukan perubahan gaya hidup lebih lanjut atau pengobatan.

Tetap Olahraga, Tapi Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Kolesterol tinggi bukan alasan untuk berhenti bergerak. Sebaliknya, aktivitas fisik rutin dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan mengelola kadar kolesterol.

Mulailah dari aktivitas yang sederhana seperti berjalan kaki, kemudian tingkatkan intensitas dan durasinya secara bertahap sesuai kemampuan.

Namun, setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Jika memiliki penyakit tertentu atau sudah lama tidak berolahraga, konsultasikan rencana latihan dengan dokter terlebih dahulu.

Selain menjaga pola makan dan rutin berolahraga, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, kamu dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan soal melakukan perubahan besar dalam satu hari. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan sehat yang bisa dilakukan secara konsisten. (Ati)

About The Author