Talaga Saat Jadi Pusat Gerakan Lingkungan, Ribuan Ikan dan Ratusan Burung Dilepasliarkan
3 mins read

Talaga Saat Jadi Pusat Gerakan Lingkungan, Ribuan Ikan dan Ratusan Burung Dilepasliarkan

👁️ 2 views

VakansiInfo, Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui perpaduan konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian kearifan lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026).

Mengusung tema “Lestarikan Alam, Hidupkan Kearifan Lokal”, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Berbagai aksi nyata dilakukan dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 5.444 ekor ikan ditebar ke perairan, 544 ekor burung dilepasliarkan ke habitatnya, eco enzyme ditaburkan untuk membantu meningkatkan kualitas air, serta dilakukan penanaman pohon pule air dan pembuatan lubang biopori sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain itu, Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) juga dikukuhkan sebagai bagian dari strategi memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dari tingkat kampung.

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki peran strategis sebagai kawasan hulu yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak wilayah di Jawa Barat.

Baca Juga  Ruang Riung Reang Karinding #2 Jadi Ruang Kolaborasi Budaya dan Lingkungan di Bogor

“Selama ini kita sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga wilayah hilir. Namun menjaga lingkungan tidak cukup hanya di hilir, kawasan hulu juga harus disentuh karena merupakan sumber kehidupan. Dari sinilah air berasal dan menopang kehidupan masyarakat,” ujar Ajat.

Menurutnya, Talaga Saat dipilih karena merupakan salah satu kawasan tangkapan air penting yang berperan besar dalam menjaga ketersediaan sumber daya air. Karena itu, pelestarian kawasan hulu menjadi prioritas untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan kebutuhan air masyarakat di masa depan.

Ajat menambahkan, penggunaan eco enzyme dalam kegiatan ini merupakan salah satu inovasi ramah lingkungan yang dapat membantu mengurai berbagai unsur pencemar secara alami. Sementara ikan yang ditebar dipilih berdasarkan kesesuaian habitat sehingga dapat mendukung keseimbangan ekosistem sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Tidak hanya fokus pada konservasi alam, Pemkab Bogor juga ingin membangun budaya peduli lingkungan yang tumbuh dari masyarakat. Melalui Forum Kampung Ramah Lingkungan, warga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengelola sampah, limbah, sumber daya air, hingga berbagai persoalan lingkungan lainnya.

Baca Juga  Katalog Digital UMKM Cijeruk Jadi Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Kerakyatan

“Pelestarian lingkungan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Harus tumbuh dari masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan,” kata Ajat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi hingga media massa. Karena itu, kegiatan ini juga diisi dengan ikrar lingkungan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pelaku usaha.

Ajat berpesan agar gerakan menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan semata, melainkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan berhenti di sini. Terus lakukan langkah-langkah yang mungkin tidak selalu terlihat dan tidak selalu mendapat pujian, tetapi memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Karena menjaga alam adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui Budaya Ngalokat Cai, Pemkab Bogor berharap lahir gerakan lingkungan yang berkelanjutan dengan menggabungkan nilai kearifan lokal, konservasi alam, dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga sumber daya air serta kelestarian ekosistem di kawasan hulu Jawa Barat. (Mur)

About The Author